Telp : 021. 7563120, Fax : 021. 7560208, Email: sekr-bbiotek@bppt.go.id , Pengaduan: sekr-bbiotek@bppt.go.id

Chatra Plugin

Balai Bioteknologi BPPT Lakukan Pelatihan Teknologi Produksi Bibit Kentang Ex Vitro Di Wonosobo

 

Bibit merupakan input yang paling penting bagi petani kentang dan memberikan dampak besar terhadap hasil produksi. Rendahnya produktivitas penangkaran bibit membuat biaya pembibitan kentang menjadi momok bagi petani. Mahal. Biaya pembelian bibit bisa  mencapai 50 persen lebih dari total biaya produksi. Untuk mengatasi masalah sulitnya  mendapatkan bibit yang berkualitas dengan harga murah, Balai Bioteknologi BPPT dengan  dukungan anggota Komisi VII DPR RI, Tjatur Sapto Edy, melakukan pelatihan teknologi  produksi bibit kentang secara ex vitro di Wonosobo. 

Tujuan dari pelatihan tersebut agar  petani mampu memproduksi bibit berkualitas dengan harga murah secara mandiri.Kepala BPPT, Unggul Priyanto mengatakan teknologi ex vitro bekerja dengan memperbanyak jumlah bibit kentang, yang tetap memiliki sifat sama dengan induknya, dengan cara lebih sederhana dibandingkan biasanya sehingga dapat dipraktekkan langsung oleh petani 

Unggul juga mengklaim teknologi ex vitro mampu memotong beberapa generasi pembibitan sehingga menyingkat waktu dan akan menekan biaya pembibitan kentang. Dengan menggunakan teknologi ex vitro anggaran pengadaan bibit kentang bisa dipangkas jadi 15 persen dari total biaya budidaya. "Melalui teknologi ex vitro, diharapkan petani mendapat bibit yang kualitasnya lebih bagus, perbanyakannya juga lebih cepat, lebih sederhana, dan biaya lebih rendah," kata Unggul. Adapun Deputi Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi BPPT, Eniya Listiyani Dewi mencatat kebutuhan benih kentang rata-rata per tahun di Indonesia saat ini sebanyak 130 ribu ton. 

Sayangnya, stok benih kentang bersertifikat nasional baru mencapai 15 persen dari total kebutuhan. Karena biaya pengadaan benih kentang mahal, kata Eniya, mayoritas petani memilih menyisihkan sebagian hasil panennya untuk benih musim tanam berikutnya. Akibatnya, produksi kentang terus menurun.

  

Oleh karena itu, peningkatan mutu benih lokal sangat diperlukan untuk menghindari penurunan produksi petani dan ketergantungan terhadap benih impor. Teknologi produksi bibit kentang secara ex vitro hasil kerekayasaan Balai Bioteknologi BPPT, terbukti dapat menghasilkan bibit kentang berkualitas dengan berbagai keistimewaan, salah satunya adalah tidak memerlukan lagi kentang sisa konsumsi sebagai benih. Dengan adanya pelatihan ini diharapkan petani bisa memproduksi bibit kentang berkualitas secara mandiri.

Hubungi Kami

BPPT-Balai Bioteknologi
Gedung 630 Kawasan Puspiptek, Setu
Tangerang Selatan 15314
Banten, Indonesia
Telepon : +62 21 7563120
Pengaduan : sekr-bbiotek@bppt.go.id
Fax : +62 21 7560208