Telp : 021. 7563120, Fax : 021. 7560208, Email: sekr-bbiotek@bppt.go.id , Pengaduan: sekr-bbiotek@bppt.go.id

Chatra Plugin

Balai Bioteknologi BPPT Latih Petani Kembangkan Bibit Jahe Merah Secara Ex Vitro

 

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dengan dukungan Komisi VII DPR yang diantaranya membidangi  Riset dan Teknologi, berkomitmen terus melakukan inovasi dan layanan teknologi untuk meningkatkan daya saing dan kemandirian bangsa serta kesejahteraan masyarakat. Potensi tanaman obat Indonesia sangat tinggi, satu diantaranya adalah Jahe merah (Zingiber officinale). Budidaya jahe merah perlu terus dilakukan untuk dapat memenuhi keutuhan pasar yang terus meningkat. Penyediaan bibit jahe merah yang berkualitas dan dalam jumlah yang cukup menjadi sangat penting untuk dilakukan. BPPT melalui Balai Bioteknologi telah mengembangkan teknik perbanyakan bibit beberapa jenis tanaman holtikultura secara ex vitro, satu diantaranya adalah tanaman jahe merah. Tujuan dari pelatihan ini adalah memberikan pengetahuan teknis kepada petani/masyarakat tentang cara pembuatan bibit jahe merah dengan teknik ex vitro. Selanjutnya diharapkan petani mampu memproduksi bibit jahe merah berkualitas secara mandiri dan memanfaatkan lahan pekarangan untuk budidaya jahe merah untuk mendapatkan manfaat ekonomi yang menguntungkan.

Kepala Balai Bioteknologi BPPT, Agung Eru Wibowo  menyampaikan bahwa jahe merah merupakan salah satu komoditas unggulan tanaman obat dengan potensi pasar yang cukup tinggi, baik pasar dalam negeri, maupun pasar eksport. Dengan karakteristik kandungan senyawa dan klaim manfaat yang telah terbukti secara empirik dan ilmiah, jahe merah telah digunakan sebagai salah satu bahan baku utama beberapa jenis produk obat tradisional dan suplemen kesehatan lainnya. Permintaan jahe merah terus meningkat dari tahun ke tahun seiring dengan trend peningkatan industri herbal dan konsumsinya. Permintaan pasar yang besar ini belum diimbangi dengan kemampuan produksi petani untuk menghasilkan jahe merah dalam jumlah yang mencukupi. Salah satu kendala yang teridentifikasi adalah ketersediaan bibit jahe merah berkualitas yang sulit didapatkan oleh petani.

 

 

 

Untuk mengatasi masalah tersebut, Balai Bioteknologi BPPT dengan dukungan anggota anggota Komisi VII DPR RI, Ramson Siagian, melakukan pelatihan aplikasi teknologi perbanyakan bibit jahe merah secara ex vitro. Melalui teknologi ex vitro ini, diharapkan petani dapat mendapatkan bibit dengan kualitas lebih bagus, harga lebih murah, teknik perbanyakan sederhana dan lebih cepat, serta petani dapat melakukan secara mandiri. Keunggulan lain pembibitan secara ex vitro adalah tidak memerlukan lagi rimpang hasil panen sebagai benih. Dengan kata lain, seluruh rimpang hasil panen dapat dijual tanpa harus menyisakan untuk digunakan sebagai bibit.

Hubungi Kami

BPPT-Balai Bioteknologi
Gedung 630 Kawasan Puspiptek, Setu
Tangerang Selatan 15314
Banten, Indonesia
Telepon : +62 21 7563120
Pengaduan : sekr-bbiotek@bppt.go.id
Fax : +62 21 7560208