• 085811435953
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Balai Bioteknologi BPPT Hadiri FGD "Pemantapan Persiapan Internal menuju WBBM dan Pengaruh Faktor Eksternal terhadap Pelayanan Publik"

Balai Bioteknologi BPPT Hadiri FGD "Pemantapan Persiapan Internal menuju WBBM dan Pengaruh Faktor Eksternal terhadap Pelayanan Publik"

Dalam rangka Pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM), Balai Bioteknologi BPPT hadiri FGD "Pemantapan Persiapan Internal menuju WBBM dan Pengaruh Faktor Eksternal terhadap Pelayanan Publik", guna mengetahui apa saja pengaruh faktor eksternal terhadap pelayanan publik yang prima serta bagaimana persiapan internal dalam meraih predikat WBBM, Selasa (02/03/2021). Acara diawali dengan arahan dari Inspektorat BPPT yang disampaikan oleh Auditor Utama BPPT Ir. Burhanuddin Guntur. Beliau menyampaikan hal-hal yang perlu dilakukan oleh unit kerja dalam membangun ZI menuju WBBM. “Kita tidak boleh berpuas diri, perlu menetapkan langkah-langkah strategis, melakukan perbaikan/improvement secara berkelanjutan, mengevaluasi apa yang menjadi kelemahan unit dan melakukan inovasi di setiap area”.

Image

Acara ini digelar oleh Balai Teknologi Polimer (BTP) BPPT dengan narasumber Drs. Wawas Swathatafrijiah, M.Si selaku Inspektur II Kementerian Perindustrian RI dan Zulfiyandi, A.Md selaku Pranata Nuklir Ahli Muda, Pusat Teknologi Limbah Radioaktif, BATAN. Dalam paparannya, Drs. Wawas fokus pada Pengaruh Faktor Eksternal terhadap Pelayanan Publik. Dikatakan bahwa salah satu kunci dalam membangun ZI menuju WBK/WBBM adalah pengakuan dari pelanggan berupa testimony atau apresiasi yang perlu digali. Selain itu, solusi bagi pelanggan pasca pelayanan dan inovasi tiada henti pada pelayanan juga penting, yang merupakan wujud kewajiban kita sebagai pelayan publik. Sedangkan Bapak Zulfiyandi dalam paparannya fokus pada Penyiapan Internal dan Internalisasi Pegawai dalam Menuju WBBM. Beliau mengatakan bahwa dalam membangun ZI menuju WBBM, penting untuk merumuskan maksud dan tujuan awalnya, karena hal ini berkaitan dengan komitmen pimpinan, manajemen, tim dan juga pegawai.

Dalam paparannya, kedua narasumber menyatakan kunci dalam menuju WBK/WBBM itu ada lima, yaitu komitmen dari pimpinan dan seluruh pegawai, kemudahan layanan, program yang berorientasi pada masyarakat, monitoring dan evaluasi secara berkala serta manajemen media. Peran dan tugas AoC atau agen perubahan unit kerja pun sangat menentukan. “Peran dan tugas AoC perlu dikuatkan. Perlu ada orang yang fokus pada perubahan yang konsisten”, kata Drs. Wawas. Dalam hal ini dapat dikatakan bahwa AoC unit kerja memegang peran vital karena AoC merupakan ujung tombak perubahan di unit kerja, yang sejalan dengan fungsinya sebagai penggerak perubahan. AoC juga memiliki fungsi lain yaitu sebagai katalis, pemberi solusi, mediator dan penghubung.

Dengan adanya acara ini, maka diharapkan strategi dan tips dalam membangun ZI menuju WBBM yang disampaikan oleh narasumber dapat menjadi masukkan bagi Balai Bioteknologi BPPT untuk melakukan berbagai perbaikan internal organisasi secara nyata, sistematis, dan berkelanjutan. (HUMAS/AW)


© 2020 Design by Pusat Manajemen Informasi & Balai Bioteknologi - BPPT
r57
Klasbahis Restbet
maltepe escort kadıköy escort pendik escort maltepe escort escort bayan kartal escort kadıköy escort göztepe escort maltepe escort ataşehir escort bostancı escort
izmir escort izmir escort izmir escort izmir escort denizli escort antalya escort antalya escort antalya escort ankara escort ankara escort izmir escort izmir escort
izmir escort
maltcasino maltcasino maltcasino bedava bahis güvenilir bahis siteleri canlı bahis siteleri
avcılar escort beylikdüzü escort esenyurt escort istanbul escort