Telp : 021. 7563120, Fax : 021. 7560208, Email: biotek@bppt.go.id , Pengaduan: biotek@bppt.go.id

Chatra Plugin

INTERNATIONAL SYMPOSIUM ON HEALTH RESEARCH

Day 1 (October 8,2019)Asia Infectious Disease Project Joint Symposium -Toward the Social Implementation of Health Technology Through the Asian Research Network

Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki keragaman hayati terbesar di dunia. Kearagaman dan keunikan sumber daya hayati menjadi modal besar dan penting bagi Indonesia untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat.  Inovasi teknologi diharapkan dapat mempercepat proses transformasi dari keunggulan komparatif menjadi produk kompetitif.

Disisi lain penyakit masih merupakan menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia. Akan tetapi penanganan penyakit menggunakan obat yang sudah ada secara signifikan sudah mengalami resistensi. Atas dasar fakta tersebut usaha pengembangan obat baru untuk menangani penyakit-penyakit infeksi tersebut penting untuk dilakukan. 

Penelitian dalam bidang kesehatan saat ini telah mengalami kemajuan yang sangat pesat.  Capaian ilmu pengetahuan dan teknologi telah banyak diaplikasikan untuk meningkatkan inovasi dalam bidang kesehatan. Inovasi di bidang kesehatan memerlukan keahlian multidisiplin. Jaringan yang kuat antar peneliti yang terlibat dalam bidang terkait merupakan kunci untuk keberhasilan pengembangan ini, dan kolaborasi antara pemerintah, akademisi dan industri (ABG) merupakan kunci keberhasilan diseminasi hasil inovasi ke masyarakat luas.

Untuk mendorong terwujudnya jejaring dan inovasi tersebut, BPPT bersama Japan Agency for Medical Research and Development (AMED) menyelenggarakan symposium internasional bertajuk “Asia Infectious Disease Project Joint Symposium Toward the Social Implementation of Health Technology Through the Asian Research Network”.

Perwakilan dari beberapa institusi kunci dalam bidang regulasi dan riset akan memaparkan hasil riset dan kebijakan terkait. Peneliti-peneliti kompeten dalam bidang pengembangan bahan baku obat dan perwakilan Kementerian Kesehatan dari beberapa negara Asia, termasuk India, Malaysia, Vietnam, Kamboja, Filipina, Jepang, dan Indonesia, juga akan menyampaikan hasil inovasi dan teknologi terbaru di bidang kesehatan, khususnya penanganan penyakit menular. Institusi Indonesia yang memaparkan hasil risetnya adalah Balai Bioteknologi BPPT dan PT Bio Farma. Adapun peserta simposium datang dari Balitbangkes, LIPI, BPOM, Kementerian Kesehatan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Eijkman Institute, Universitas Airlangga, Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada dan IPB University.

Melalui simposium ini, diharapkan dapat terjadi pertukaran informasi serta  penguatan jejaring dan kolaborasi riset, sehingga kerjasama-kerjasama riset bidang kesehatan yang melibatkan berbagai lembaga riset dari negara-negara Asia dapat terwujud. Selain itu, strategi untuk mewujudkan implementasi hasil riset kesehatan tersebut dapat direkomendasikan kepada Kementerian terkait. Simposium ini merupakan bagian dari program flagship Bahan Baku Obat (BBO) BPPT.


Day 2 (October 9,2019) - The 2nd International Symposium on Natural Resources-based Drug Development

Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki keragaman hayati terbesar di dunia. Keragaman dan keunikan sumber daya hayati menjadi modal besar dan penting bagi Indonesia untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat.  Inovasi teknologi diharapkan dapat mempercepat proses transformasi dari keunggulan komparatif menjadi produk kompetitif.

Di sisi lain penyakit menular masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia. Akan tetapi beberapa penyakit tersebut telah menunjukkan resistensi terhadap obat yang digunakan. Atas dasar fakta tersebut usaha pengembangan obat baru untuk menangani penyakit-penyakit infeksi tersebut penting untuk dilakukan. 

Penelitian dalam bidang kesehatan saat ini telah mengalami kemajuan yang sangat pesat.  Capaian ilmu pengetahuan dan teknologi telah banyak diaplikasikan untuk meningkatkan inovasi dalam bidang kesehatan. Inovasi di bidang kesehatan memerlukan keahlian multidisiplin. Jaringan yang kuat antar peneliti yang terlibat dalam bidang terkait merupakan kunci untuk keberhasilan pengembangan ini, dan kolaborasi antara pemerintah, akademisi dan industri (ABG) merupakan kunci keberhasilan diseminasi hasil inovasi ke masyarakat luas.

Untuk mendorong terwujudnya jejaring dan inovasi tersebut, BPPT bersama Japan International Cooperation Agency (JICA) menyelenggarakan symposium internasional bertajuk “The 2nd International Symposium on Natural Resources-based Drug Development”. Simposium ini diselengaarakan sebagai bagian dari pelaksanaan kerjasama penelitian antara Intistusi Jepang dan Indonesia dalam kerangka proyek Science and Technology Research Partnership for Sustainable Development (SATREPS).

Perwakilan dari beberapa institusi kunci dalam bidang regulasi dan riset akan memaparkan hasil riset dan kebijakan terkait. Peneliti-peneliti kompeten dari Jepang dan Inonesia dalam bidang pengembangan bahan baku obat juga akan menyampaikan hasil inovasi dan teknologi terbaru di bidang kesehatan, khususnya penanganan penyakit menular. Pemapar dalam bidang kebijakan berasal dari Badan POM dan Dewan Riset Nasional, sedangkan dalam bidang Inovasi berasal dari Tokyo Agriculture University, RIKEN Center for Sustainable Resource Science, Kementerian Kesehatan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, IPB, UI, UGM, LIPI, Universitas Airlangga, dan BPPT. Adapun peserta simposium datang dari Balitbangkes, LIPI, BPOM, Kementerian Kesehatan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Eijkman Institute, Universitas Airlangga, Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, IPB University dan Universitas Brawijaya.

Melalui simposium ini, diharapkan dapat terjadi pertukaran informasi serta penguatan jejaring dan kolaborasi riset, sehingga kerjasama-kerjasama riset bidang kesehatan yang melibatkan berbagai lembaga riset dari Jepang dan Indonesia dapat terwujud. Selain itu, strategi untuk mewujudkan implementasi hasil riset kesehatan tersebut dapat direkomendasikan kepada Kementerian terkait. Simposium ini juga merupakan bagian dari program flagship Bahan Baku Obat (BBO) BPPT.

 

 

Hubungi Kami

BPPT-Balai Bioteknologi
Gedung 630 Kawasan Puspiptek, Setu
Tangerang Selatan 15314
Banten, Indonesia
Telepon : +62 21 7563120
Pengaduan : biotek@bppt.go.id
Fax : +62 21 7560208