Telp : 021. 7563120, Fax : 021. 7560208, Email: biotek@bppt.go.id , Pengaduan: biotek@bppt.go.id

Chatra Plugin

The 5th Joint Coordinating Committee Meeting Proyek SATREPS Pengembangan Obat Antimalaria dan Antiamuba dari Sumber Daya Hayati Indonesia

   

Kamis, 9 Januari 2020 - Menjelang berakhirnya proyek kerjasama Science and Technology Research Partnership for Sustainable Development (SATREPS) antara BPPT dan JICA yang berjudul The Project on Searching Lead Compounds of Anti-malarial and Anti-amebic Agents by Utilizing Diversity of Indonesian Bio-resources (SLeCAMA) pada akhir Maret 2020, Kedeputian Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi (TAB) BPPT menyelenggarakan The 5th Joint Coordinating Committee (JCC) Meeting pada tanggal 9 Januari 2020 bertempat di Swiss-Bellhotel, Serpong, Tangerang Selatan. Acara kali ini bertujuan untuk membahas laporan pelasanaan proyek sejak dimulai tahun 2015 yang disiapkan oleh BPPT untuk disampaikan kepada JICA.

Dalam sambutannya Deputi Kepala BPPT Bidang TAB selaku Project Director, Dr. Soni Solistia Wirawan, M.Eng., menekankan beberapa hal yang telah dicapai dalam kerjasama ini selama 5 tahun antara BPPT dan JICA berserta mitra dari LIPI, Universitas Airlangga, The University of Tokyo, Kitasato University, Nagasaki University, dan MicroBiopharm Japan, antara lain:

  1. Proyek ini merupakan kegiatan yang penting bagi Indonesia, karena telah membantu Indonesia untuk lebih memanfaatkan sumber daya hayati yang dimiliki oleh Indonesia, utamanya untuk pengembangan obat baru.
  2. Proyek ini juga memperkuat fondasi kelimuan maupun ketrampilan dari para peneliti/perekayasa dari BPPT, LIPI dan Universitas Airlangga dalam mendapatkan kandidat obat dari sumber daya hayati yang dimiliki Indonesia.
  3. Kapasitas riset dari institusi yang terlibat di Indonesia dalam pengembangan bahan baku obat dari sumber daya hayati Indonesia telah terbangun dengan baik melalui asistensi dari para ahli maupun batuan peralatan.
  4. Jejaring riset antar peneliti/perekayasa dan antar institusi riset di bidang pengembangan obat di Indonesia maupun Jepang dan beberapa negara Asia telah terbangun. Hal ini diharapkan mampu mempercepat terwujudnya inovasi bahan baku obat baru yang dikembangkan dari sumber daya hayati Indonesia.

Pada kesempatan tersebut, turut hadir Mr. Shunsuke Takatoi (Senior representative JICA Indonesia Office), Prof. Tomoyoshi Nozaki (The University of Tokyo selaku Project Advisor), Dr. Agung Eru Wibowo (Kepala Balai Bioteknologi BPPT selaku Project Manager), dan Prof. Achmad Fuad (Universitas Airlangga). Disamping itu JCC meeting juga dihadiri oleh peneliti dan perkeyasa dari seluruh institusi riset yang terlibat, baik dari Indonesia maupun Jepang.

Dalam paparannya, Danang Waluyo M.Eng, selaku project Co-Manager menyampaikan capaian-capaian yang didapat selama 5 tahun kegiatan, antara lain:

  1. Meningkatnya kapasitas peneliti dan perekayasa di bidang pengelolaan sumber daya mikroba yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan obat
  2. Terwujudnya sistem skrining untuk mencari kandidat obat dari sumber daya hayati Indonesia
  3. Didapatnya 10 senyawa aktif antimalaria dan 2 senyawa aktif antiamuba yang telah terelusidasi struktur kimianya
  4. Terwujudnya jejaring riset pengembangan obat antara BPPT dengan berbagai institusi riset di Indonesia maupun luar negeri

Kegiatan ini diawali dengan kegiatan Scientific Meeting yang diadakan pada hari sebelumnya. Deputi Kepala BPPT Bidang TAB berharap agar kapasitas yang telah terbangun melalui proyek ini dapat terus dikembangkan sehingga dapat mempercepat terwujudnya kemandirian bahan baku obat nasional.

 

Hubungi Kami

BPPT-Balai Bioteknologi
Gedung 630 Kawasan Puspiptek, Setu
Tangerang Selatan 15314
Banten, Indonesia
Telepon : +62 21 7563120
Pengaduan : biotek@bppt.go.id
Fax : +62 21 7560208

tempobet