• (021) 7560208
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Layanan Hasil Penelitian Riset/Pengembangan IPTEK Balai Bioteknologi

Kegiatan Layanan Hasil Penelitian Riset/Pengembangan IPTEK Balai Bioteknologi tahapan hilirisasi teknologi hasil riset yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat melalui kegiatan kerjasama produksi, layanan jasa dan Produk Hasil Penelitian Riset. Kegiatan layanan ini mengacu kepada Standard Operating Procedur (SOP) Penerimaan PNBP melalui Kontrak Produksi di Lingkungan Balai Bioteknologi BPPT Nomor 40 Tahun 2019.

 

Layanan Hasil Penelitian Riset/Pengembangan IPTEK Balai Bioteknologi

  1. Teknologi Propagasi Tanaman Secara In Vitro dan Ex Vitro

Teknologi propagasi tanaman merupakan teknologi perbanyakan bibit tanaman secara terkendali baik secara in vitro maupun ex vitro. Sarana riset dan penerapannya didukung oleh laboratorium  yang sangat memadai dan pilot plant pertanian. Luaran yang dihasilkan berupa bibit yang mempunyai sifat unggul sesuai dengan induknya. Selain itu bibit dapat diproduksi secara massal, seragam, sepanjang tahun serta bebas hama dan penyakit. Adapun tanaman yang dikembangkan dan diperbanyak dengan teknologi propagasi in vitro dan ex vitro di Balai Bioteklogi-BPPT adalah tanaman yang unggul, mempunyai nilai  ekonomi tinggi, dan mempunyai prospek pada skala komersial.

Layanan jasa

    • Layanan produksi bibit tanaman secara in vitro dan ex vitro.
    • Layanan kerjasama riset dalam bidang teknologi kultur jaringan tanaman
    • Layanan jasa konsultasi bidang pembibitan dan budidaya tanaman
    • Jasa rancang bangun laboratorium dan fasilitas produksi bibit kultur jaringan dan secara ex vitro
    • Jasa pelatihan teknologi perbanyakan bibit secara in vitro dan ex vitro

 Jenis Produk:

Produk tanaman yang telah berhasil diperbanyak secara in vitro dan ex vitro

    • Tanaman Hortikultura Ornamental: Anggrek, krisan, kana, mawar, anthorium dan anglonema.
    • Tanaman Hortikultura Buah: Jeruk, apel, jambu, durian, mangga, manggis, strawberry, nangka, klengkeng
    • Tanaman obat : Lidah buaya, mahkota dewa, Sambiloto, Keladi tikus dan Jahe
    • Tanaman Hortikultura Obat-obatan:
    • Lidah buaya, mahkota dewa, daun dewa, sambiloto, temulawak, binahong, keladi tikus dan jahe.
    • Tanaman Hortikultura Sayuran: Kentang, cabe, tomat, bawang merah
    • Tanaman perkebunan : Lada, kakao, kopi, sawit, vanili, karet, pala, jarak pagar
    • Tanaman Kehutanan : Jati, jabon, eboni, porang, meranti dan gaharu

 

2. Teknologi Agromikrobiologi

Teknologi Agromikrobiologi merupa-kan pengkajian dan penerapan teknologi mikroba yang dimanfaatkan untuk peningkatan produktivitas pertanian dalam arti luas. Biofertiliser, biopestisida, dekomposer, pakan ikan apung dan probiotik ternak merupakan contoh produk yang telah dikembangkan.

Servis/Jasa

    • Pelatihan pemberdayaan lahan kritis melalui bioteknologi
    • Pelatihan teknologi produksi biofertilizer, bioinsektisida, mikroba dekomposer, pupuk organik dan mikroba probiotik ternak.

 Jenis Produk

    • Pupuk hayati “Technofert” adalah kumpulan cendawan mikoriza arbuskular yang berfungsi untuk meningkatkan efisiensi penyera-pan unsur hara terutama P dan N serta unsur mikro penting lainnya seperti: Zn, Mo, Fe dan Cu.
    • “Decomic” adalah formulasi mikroba dekomposer untuk mempercepat penguraian bahan organic mentah menjadi kompos.
    • “Bionic” adalah pupuk organik ramah lingkungan
    • Bakteri pelarut fosfat
    • Bakteri penghasil fitohormon
    • Pakan ikan apung

 

3. Produk Inovasi Black Garlic

Black Garlic (BG) disebut juga bawang hitam, adalah bawang putih (garlic) yang diolah dengan pemanasan pada suhu dan kelembaban tinggi dalam jangka waktu lama. Selama proses pemanasan ini terjadi “fermentasi” enzimatis dan reaksi Maillard, menghasilkan peningkatan kandungan antioksidan, warna menjadi hitam, dan lunak. • BG mengandung antioksidan lebih tinggi daripada bawang putih. Senyawa bioaktif pada BG seperti Sallylcysteine (SAC), ajoene, polifenol, dan antioksidan turunan asam amino diketahui mempunyai efek kesehatan.

Kelebihan Black Galic Lanang

    • Antioksidan meningkat 10 kali lipat
    • S-allyl cysteine meningkat 16 kali lipat
    • Ajoene meningkat 17.5 kali lipat
    • Asam amino tinggi
    • Efek kesehatan meningkat B

Inovasi Produksi BG di BPPT

    • Penerapan far infrared: pemanasan lebih merata, kandungan asam amino dan turunannya (antioksidan) lebih tinggi. Contoh sate dan yakiimo.
    • Gradual heating: jenis antioksidan yg dihasilkan berbeda tergantung suhu. Gradual heating memberikan variasi antioksidan lebih banyak
    • Proses 26 hari. Dari aspek kesehatan dan aspek pangan, paling optimal. Variasi antioksidan lebih banyak. Citarasa dan tekstur paling enak

 

Mitra Kerjasama Layanan Hasil Penelitian Riset/Pengembangan IPTEK Balai Bioteknologi

    • Sampoena Agro untuk perbanyakan tanaman sagu dengan teknik ex vitro
    • Gunung Sejahtera Ibu perbanyakan tanaman kelapa Sawit
    • PT Adhiguna Jaya Laboratory Wonosobo perbanyakan benih tanaman kentang dengan teknik ex vitro
    • GENKI produksi Black Garlic
    • PT Mikata Produksi Technofert

© 2020 Design by Pusat Manajemen Informasi & Balai Bioteknologi - BPPT
Klasbahis Restbet